Pages

Senin, 11 Juli 2011

DI BALIK KERAMATNYA ANGKA DAN TANGGAL 13 MENURUT ISLAM

Sejak lama "Angka 13" dipercaya sebagai angka yang membawa kesialan, oleh karena itu angka ini tidak digunakan sebagai nomor kamar di hotel-hotel besar, nomor tempat duduk di pesawat, nomor lantai di gedung-gedung pencakar langit dan sebagainya. Bahkan ada orang-orang yang memiliki ketakutan yang berlebihan terhadap angka 13 ini, mereka disebut sebagai Triskaidekaphobia.

Salah satunya adalah mereka yang termasuk ke dalam 100 Tokoh Berpengaruh di Dunia yaitu Napoleon Bonaparte, Paul J. Getty, dan Franklin Delano Roosevelt, mereka sangat percaya dengan kesialan angka 13 ini sehingga mereka selalu menghindari makan malam dengan 13 orang.

Sebagai contoh kecil, di berbagai gedung tinggi di China, tidak ada yang namanya lantai 13 dan 14. Menurut kepercayaan mereka, kedua angka tersebut tidak membawa hoki. Di negara Barat, angka 13 juga dianggap angka sial. Demikian pula di berbagai belahan dunia lainnya. Kalau kita perhatikan nomor-nomor di dalam lift gedung-gedung tinggi dunia, kita tidak akan menjumpai lantai 13. Biasanya, setelah angka 12 maka langsung loncat ke angka 14. Atau dari angka 12 maka 12a dulu baru 14. Fenomena ini terdapat di banyak negara dunia, termasuk Indonesia.

Padahal tanpa kita sadari, angka 13 ini terdapat di berbagai benda di sekeliling kita, mulai dari rumus Barcode yang tertera di setiap produk keluaran pabrik, lambang negara Amerika Serikat, simbolisasi logo Microsoft, simbolisasi logo McDonalds dan lain-lain.

Menurut Islam, anggapan sial dan datangnya bencana karena hari tertentu, bulan tertentu (baca: bulan suro), angka tertentu (angka 13) atau peristiwa tertentu (semisal kejatuhan cecak sebelum pergi atau dilewati kucing) dalam bahasa Arab disebut thiyarah atau tathayyur. 

Istilah ini diambil dari kata thairun yang artinya burung. Hal ini karena pada mulanya orang Arab punya anggapan sial dengan sebab burung. Gerak tertentu yang dilakukan oleh seekor burung bisa menyebabkan mereka mengurungkan diri untuk melakukan suatu hal. Islam datang untuk menghapus keyakinan semisal ini. Islam menegaskan bahwa bahaya dan manfaat hanya ada di tangan Allah.

Dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 
“Thiyarah itu syirik. Semua kita pasti pernah terbesit di dalam hatinya anggapan sial karena hal-hal tertentu namun Alloh menghilangkannya dengan tawakal” (HR Tirmidzi no 1614, dinilai shahih oleh al Albani).

Jadi thiyarah adalah keyakinan yang tidak benar dan tidak punya pengaruh apapun. Allah-lah satu-satunya yang mengatur alam semesta.

“.........saya sendiri dilahirkan pada tanggal 13 Juli...

Artikel yang berkaitan



0 komentar:

Poskan Komentar